Saat Ini Pun,.,.,

Kutengok jam dinding di sebelahku, hanya teronggok suaranya yang berdetik.

Memang, semenjak kecelakaaan itu, mataku hanya bisa mengabu,.,

Kutilik jemari di tangan kiri, yang kurasa sedikit bekas luka, tak dalam, tapi cukup menggores hatiku.

Andai mereka melihatku yang tak melihat ini,

mungkin mereka akan menceritakan bagaimana kejamnya dunia sekarang. Continue reading

Malam Minggu

Menelusuri,

jalan berpantai di tengah serpihan sinar, lembab…

terpapar garam halus beribu2 hektar.

Cukup hanya melintas dalm kedamaian malam,

kau tak melihat, kebersamaan dirinya…

Sungguh pilu, memapar palsu kehidupanku…

apa yang terkekang selalu terdiam,

dan yang bebas, adalah ekspresi tentang hitam.

Jalan ini terasa basah dibawah kakiku yang tanpa alas kaki. Gemericik ombak berjalan menyentuh lembut mata kakiku, menyirami mata hatiku dengan senyum kecil. “Wahai ombak, engkau besar dan terpecah melawan landai, tapi Continue reading