Firasat Waktu Tentang Keburukan

Terkadang orang selalu tahu apa yang mereka inginkan, tapi semua orang tak kan tahu apa yang akan terjadi seperseribu detik lagi. Sekalipun kita yakin, namun semua tetap tidak pasti.

Ketika kita berpikir untuk melewatkan segala hal buruk yang terjadi dalam hidup kita, ketika kita ingin mempercepat waktu untuk berlalu dan semua hal yang buruk terlewati begitu saja tanpa kita alami. Mungkin itu merupakan impian semua orang, itu merupakan impian orang-orang yang hidupnya penuh dengan keterbatasan waktu, ataupun penuh dengan waktu yang buruk. Kita akan merasa senang melewatkan waktu yang sangat membosankan tentunya tanpa mengalami kebosanan. Ketika kita sakit kita pasti ingin sakit itu cepat berlalu tanpa kita merasakan sakit. Menyenangkan memang, memiliki pengatur waktu dan melompat ke waktu dimana kita hanya merasa bahagia.

Tapi merenungi keindahan hidup adalah merenungi keindahan kita mengatasi kesulitan dalam hidup kita. Merasakan kebahagiaan hidup adalah merasakan bagaimana kita puas dengan usaha kita mengatasi kesedihan kita. Tak ada gunanya kita melewatkan hal-hal yang buruk, karena kita takkan pernah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Inilah pengalaman hidup yang kusebut indah.

Sebenarnya konsep tentang kebahagiaan dan kesedihan ini selalu membekas dalam hidupku. Kehidupanku selalu dipenuhi oleh hal-hal yang tak pernah kuinginkan terjadi seburuk ini. Aku tak bisa lari, aku tak bisa berontak, karena semua akan tetap berjalan dan berlalu. Diam bukan pilihan, menyerah bukan penawaran. Lalui dan berusaha untuk mensyukuri tiap nafas yang masih diberi adalah hal terbaik yang sering kulalui. Seberapapun bencinya aku terhadap hidupku ini, aku bersyukur masih mampu bersyukur menikmati hidup ini. Aku percaya, dibalik semua kesedihan ini, terdapat kebahagiaan yang tiada batas. Tapi aku juga tahu, seperti semua hal di dunia ini yang non-abadi, kebahagiaan itu bisa hilang tanpa memberi pesan. Aku harus menjaganya dengan seluruh kenangan hidupku. Disinin aku mungkin terlalu banyak bicara tentang hal yang tak berguna, tapi begitulah aku, aku, dan aku yang bukan orang yang pengertian tentang hidup ini. Aku ingin menyampaikan tentang waktu, tentang ruang dan apa itu keikhlasan.

Sekarang bayangkan kita memiliki remote control yang memiliki kemampuan untuk menghentikan, memundurkan, dan memajukan waktu, atau dengan kata lain, bayangkan anda adalah seorang malaikatt yang mengatur waktu dan segala hal dalam kehidupan. Ketika anda sakit, anda pasti akan memencet tombol forward dan semua sakit akan berlalu. Melewati mungkin 2 menit, atau mungkin satu minggu atau lebih. Ketika kita merasa hanya memiliki waktu yang terbatas dan kita ingin melakukan semuanya dengan baik padahal selalu harus ada pilihan dan selalu harus ada yang dipilih. Pengorbanan atas suatu hal pasti akan terjadi, terutama yang bertentangan. Jika memilih kebaikan, artinya membuang kejahatan, begitu juga sebaliknya.
Ini bukan hanya bicara masalah pilihan atau masalah apa. Coba berpikir jika kita selalu berpikir dan berharap untuk melewatkan saat-saat berat dalam hidup ini, padahal sebenarnya jika kita perhatikan dengan baik, ini merupakan ujian yang harus kita hadapi dari Tuhan kita. Membuka pikiran untuk mensyukuri dan tetap menjalani kehidupan inilah yang terkadang sulit untuk diberitahukan.

Mari kuberbagi tentang apa yang aku sadari. Waktu selalu berputar maju dan tidak bisa balik lagi. Bersyukurlah semasih punya kesempatan (dan aku percaya hal ini selalu ada) untuk membuat semua lebih baik lagi. Pantang menyerah dan lakukan yang terbaik. Karena tidak seperti diri kita yang menilai diri kita sendiri dari apa yang kita anggap bisa kita lakukan, orang lain lebih memilih menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Sehingga untuk alasan itulah kita harus segera melakukan hal baik dan yang terbaik. Hal terbaik itu mungkin salah satunya adalah merenungkan kata-kata ini.
Di dunia yang kupahami, kita bisa membuat kehidupan kita sendiri. Kita bukan Tuhan, tapi kita adalah manusia yang dianugrahi kemampuan itu oleh Tuhan sendiri. Percaya atau tidak, kini saya sudah membuat anda memikirkan sesuatu tentang hidup anda. Jangan sampai hujan menghalangi keinginan kita berjemur, dan jangan sampai mentari menekap kita untuk berteduh.

Kata-kata dari atas ke bawah ini mungkin tidaklah jelas dan membingungkan, karena ini kutulis langsung dari hati tanpa koreksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s