Sebuah Kisah Lain

Kerinduan ini tenggelam,

menengguk air dalam kehidupan silam.

Kepasrahan ini terlalu malam,

menunggu pagi untuk tetap berjuang.

Ku ikhlas jika harus melanglang,

bukan sepi namanya jika berteriak kencang,

tapi kutahu percuma bila selalu menerjang.

Ku lelap tenggelam,

dan menenggak air kehidupan,

mencium terdiam dalam kenangan…

“Pergi kau Tuhan!!! Kenapa kau siksa aku dalam kenangan pahit kesalahan yang kubuat, kutahu diriku hina dan kini tak bermartabat, tapi kumohon, kumohon dengan hati yang tulus merana ini. Tolong restui semua jalanku kini, karena kuhidup demi kebahagiaan orang yang menyayangiku, demi mereka yang mencintaiku”.

Berjalan lagi dia menembus angin sore di tepi Pantai Lepas. Setelah bosan dia melepaskan penat, kini dia bersimpuh menuju ombak yang mengggempar karang. Tak mudah baginya menghadapi semua kenangan buruk tentang masa lalunya yang hilang, yang kelam tanpa malam yang pergi.

Namun selalu ada Kisah Lain dalam kehidupan, sebuah kisah yang tak berhenti berputar sesuai keinginan, dan juga usaha. Penuh perjuangan sudah selalu menjadi hal yang tak terelakkan dalam hidup. Bagaimanapun engkau menghadapi malam, terjaga atau terlelap pulas, pagi esok tetaplah datang dan begitu waktu akan selalu bermain.

Sebuah kisah lain dalam menghadapi kenyataan. Sebuah cara indah menyelami alam maya.

Disana aku menangis tersedu,

pujangga bukan nama yang patut kutiru,

bersimpuh aku menyembah,

Tuhan yang telah baik padaku…

2 thoughts on “Sebuah Kisah Lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s