Tak Ada Jalan Tuk Lari

Apa ada orang yang berpikiran seperti malaikat, yang mengasihi tiap orang tanpa memandang siapa mereka. Yang selalu ikhlas untuk memberi semua orang cinta. Tapi pertanyaannya lagi adalah, apa memang ada malaikat baik dan malaikat jahat. Aku lebih memilih cuma ada malaikat baik. Tolongglah aku.

Mungkin hidupku sudah terlalu puas dengan keberadaan. Kini semua terasa hampa, dan jujur, memilukan. Aku berjalan tapi tak tahu kemana sebenarnya aku ingin sampai. Aku tertidur, dan terbangun dengan wajah yang sama ketika aku menyesal. Aku belajar dan meskipun sungguh, aku bersyukur dengan anugrah otak cemerlang yang diberi Tuhan ini, tapi merasa tidak jelas untuk apa semua ini. Satu pikiran, hanya melangkah dan menjalani hari.

Kadang senyum masih sering hinggap, tapi lebih sering muram mewarnai wajahku. Coba kalian tahu betapa aku ingin hariku penuh tawa, dan aku yakin semua juga ingin menjalani hari dengan tawa mereka. Aku inginkan teman, aku inginkan sahabat. Tapi waktuku sering menghambat langkahku tuk menyapa sahabat-sahabatku. Atau mungkin aku tak pantas memiliki sahabat? Kurasa aku yang malas. Kini cuma berharap engkau yang membaca ini menjadi sahabatku dalam kemurungan, ya, karena kutulis ini dalam murung.

Sayap merpati yang mengepak melampaui angin,

Hinggap hariku di tepi pantai hujan.

Bercuit dan mengantarkan surat tentang hidup,

Ku, yang penuh dengan air yang jatuh,

Dari pipi dan kuhisap mati…

Orang yang penuh kerja mungkin tak selelah diriku, sungguh aku lelah untuk terus tetap jadi manusia seperti ini. Namun memang pada dasarnya aku tidak suka mengeluh, aku lebih suka diam. Sayangnya diamku ini yang membutakan mataku. Seringnya aku terdiam di atas kasur dan mataku terlelap tanpa mujur. (Hei!!!pekerjaanku masih menumpuk!). Ku tak boleh membenci diri, ini tubuhku dan aku ingin berusaha maju, tetap melangkah ke arah yang baik. Ini curhat dan kau yang beruntung. Namun tenang saja, aku masih cukup waras hingga berani menulis ini. Semua hal dan ketidakjelasan ini sering membawaku pada arti tentang kehidupan. “Hidup itu berusaha, karena nafas kita buat energi yang kita pakai berusaha”. Terdengar aneh bukan. Bagaimana dengan ini, “ HIdup bukan sebuah hal yang mudah, tapi juga tak sulit dijalani”, hehe, terlalu biasa. Ini yang aku suka, “ Hidup adalah perjalanan, melangkah dan belajarlah, hingga kau temukan apa arti hidupmu”. Dan arti hidupku adalah, mencari. Ya, mungkin bagiku hidup hanya pencarian, pencarian tentang segala arti. Cinta, benci, hujan, matahari, semuanya. Manusia memang selalu mencari.

Kubuka mata dan pintu laut terbuka,

Seperti ombak yang berganti,

Akupun berubah menjadi sepi,

Juga caci akan kebahagiaan…

Kututup mataku lagi dan berjanji,

“Ya Tuhan, aku ingin mati mewariskan kebaikan di dunia,

Aku ingin mati dan membuat semua orang menangisiku,

Aku ingin hidup menciptakan sesuatu yang indah untuk semua,

Aku benar-benar ingin hidup memberi tawa.”

Dan sunyi berganti angin, yang ribut memberiku semangat…

Terima kasih, cuma syukur yang sering terlintas dalam doaku. Di perenungan yang tanpa henti ini kumemuja Tuhanku. Beliau selalu ada, bahkan ketika semua orang menganggapnya ga ada. Beliau selalu menyayangiku, walaupun terkadang orang bilang Beliau marah karenaku. Kusayang hidupku, dan pencarian akan tetap berlanjut. Aku mencari jawaban atas pertanyaanku diatas. Uhm, mungkin harus kuakui, hidup itu menyenangkan meski sepi lalu mencekam. Ya, kuingin hidup memberi tawa, dan mati meninggalkan tangis.

3 thoughts on “Tak Ada Jalan Tuk Lari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s