Relativitas

Kadang mencintai hidup merupakan hal terindah yang bisa disyukuri manusia, termasuk diriku. Sebuah hobi telah menjadikanku begitu terkenal di dunia. Mencintai. Kadang sungguh membosankan memikirkan semua ini. Tapi apa daya, semua akan terjadi...

Yach, kursor laptopku ini selalu terhenti di kata-kata yang sebenarnya tak kumengerti sama sekali. hehe… Mungkin bukan nasibku menjadi penulis, tapi kalau diingat-ingat ada sebuah kata bijak yang mengatakan, ” nasib hanyalah menjadi pelampiasan keegoan manusia yang belum cukup berusaha”. Setuju! Memang begitulah adanya, kadang kita selalu menyalahkan nasib yang belum tentu jelas keberadaannya. Mengutip salah satu pujangga sains terkenal, Albert Einstein, “I am convinced that He (God) does not play dice.” Kalau di-indonesiakan kurang lebih menjadi, ” Aku yakin bahwa Dia (Tuhan) tidak bermain dadu”. Ya, tentunya maksud Einstein bukan berorientasi pada masalah perjudian, namun lebih kepada bahwa segala hal yang ada di dunia ini bukanlah faktor keberuntungan, atau ketidakpastian. Semua yang ada di dunia ini merupakan sebuah kepastian yang harus kita semua sadari. Secara simple, ini adalah menggambarkan hukum sebab-akibatberbuat baik maka pahala baiklah yang akan anda terima, begitu juga sebaliknya. Intinya, nasib lebih tepat disebut Hal yang Tidak kita lakukan dengan Pas!.

Kadang menyesali waktu,

lewat berbagai detik yang terobati oleh angin,

lewat semua detik yang terjabarkan oleh matahari,

lewat kita, saat detik melamun pilu.

Kadang manusia berpikir mereka hebat,

dan mereka memang hebat,

karena mereka memang hebat,

bukan karena bernasib menjadi hebat.

Kadang berusaha lebih bijak daripada diam,

kadang diam lebih dewasa daripada berusaha.

Semua relatif dan,

kita berkutat dalam sepi kerinduan kepastian.

Dukh, makin bingung aku ingin menulis apa. Malam semakin gelap dan cekamannya semakin kuat ingin menundukkanku dalam tidur lelap. Tapi hingga selesai kantukku menghadang, mungkin hanya hari yang mampu terisak dari mataku. Besok akan membahagiakan. Dan semakin tidak jelas pula tulisanku. haha. Yach, karena terkadang semua tidak mampu dipikirkan begitu saja, semua relatif jika memandang apapu. Cantik; Bersih; Baik; Jahat; Tua; Muda; Dekat; Jauh; Besar; kecil; dll. Adakah hal yang pasti di dunia ini? Mungkin ada, karena terkadang pasti dan tidak pastipun mengeluh tntang kerelatifan mereka. haha. Makin gila saja.

Termenung kembali memikirkan hitam yang terjadi. Kini telah pudar membasuh kakiku yang lelah kedinginan berjalan di antartika dunia. Sungguh, aku bermaksud memberi kalian ketahuan akan hakekat dunia putih, tapi hitamnya malam menggelapkan mataku tiba. Gelap dan pekat, tapi penuh keyakinan, esok pagi kan bawa kuning kedalam hidupku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s