Hujan

Ketika terbangun dan kurasakan sepi,

membalut langit dan awan biruku.

Hanya, angan dan keibuan dari alam membuatku terjaga,

hangat, karena cinta mereka.

Kutepisi salju yang merambat dalam khayalan,

melangkah keluar dari zona kebobrokan ini,

kutemukan langkah pasti,

bangun pagi.

Diluar tampak angin mendung tak berawan tebal,

hanya hujan menanti untuk dikomentari makhluk,

makhluk sepertiku yang menatap hujan lebih dari sekedar saudara ketakjuban,

hanya peristiwa, yang kusesali tidak.

Hari ini bangun pagi terasa menyenangkan dengan disambut hujan. Mimpiku sedikit basah mengenai hal ini, bukan “mimpi basah” seperti yang banyak dialami orang. Hatiku juga basah mengenai hal ini, hujan. Seperti halnya alam yang mengenalku mengenai hal ini, aku sering tertidur berantakan dalam kamar sepi. Bukan tanpa orang, tapi tanpa makna berarti. Melihat hujan aku berpikir betapa sendirinya langit mengandung beban yang berat, sangat berat untuk melindungi kita semua. Tuhan memang adil, dan akan selalu adil.

Ketika ini bukan sebuah renungan, mari kita melihat bagaimana hujan terbentuk lucu. ^_^

Ketika airmu lenyap menelan bara,

naik ke atas awan dan membuat mereka telentang.

Heboh suaramu tak terdengar pasti,

kadang aku menyentuhmu dalam cermin,

ketika aku menyebut “air”.

Saat itu,

air mata hanya sebagian kecil dari kisahmu,

bahkan sangat kecil dibandingkan gemuruhmu.

Engkau yang ditiup angin dan diterbangkan,

kemari, ke tempat ku dibukit berbukit ini.

Disini engkau kedinginan dan melangkah pergi,

menuju bumi.

Terasa menyenangkan memeluk bunda dan ayahanda di peraduan mereka. Meski hujan terasa mencekat, aku ingin langkahku tak gontai oleh kemuraman jagat. Banyak orang yang masih ingin kusayangi dan kubuat tertawa oleh ke-“aneh”-an diriku. Sama seperti hujan, yang cemerlang ketika matahari hilang. Yang muram ketika matahari datang.


2 thoughts on “Hujan

  1. ibeee…
    P3 suka judulny..”hujan”…
    Umhh..suka bgt am ujan,
    Slaen bkin bo2 tmbah nyenyak..ng tw knp kalo dgr suara ujan tu jd tenang,..

  2. Pingback: Apa Adanya « Cerita Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s