Yang Tersisa Hanya Cerita

rintik hujan berlalu saja,

tak usah menunggu.

Biarkan kusendiri melalui jalan berliku ini,

tanpa harus kehilangan kehangatan diri.

Kau tahu,

mengejarmu adalah tugasku yang pertama,

dan terakhir bila,

kau sudah diamkan aku di hatimu.

Siapa yang tak letih bila harus tetap menunggu??? Kenapa begitu mudah baginya untuk bercumbu dengan dia yang tak pernah terpikirkan olehku. Kuberi hutan dan air, kujadikan diriku matahari. Hanya untuk dia.

Pergi sekarang dengan apa yang kau mau, aku letih, bosan menunggu. Hanya, berharap kumasih disini, menunggu cerita ini usai.

Hingga akhirnya hujan tiba di depan mataku,

menetes melewati pipi yang membiru…

Hatiku kini sudah tak ada pilu, gembira dan kini ceria. Tanpamu pun bahagia itu bisa. Hanya, mengejarmu adalah tugas pertama yang belum terselesaikan, dan yang tersisa hanyalah cerita. Cerita tentang keberadaanmu dengannya, tentang aku yang hanya kau baca!!!

Malaikat ada yang mencibirku,

musnahlah segala kebencianmu, kasih

jiwamu penuh debu dan berganti cinta, kini

pergilah ke laut,

pandanglah hujan didepanmu,

dan lihatlah pelangi yang terbentuk dibelahan sana.,.,.,

biarkan cerita ini, tetap mengalir dihatimu,,,..

9 thoughts on “Yang Tersisa Hanya Cerita

    • benci ama cinta??? salah sih enggak, tapi itu gag baik bro… yang namanya Cinta, ya mesti dicintai,,, klo mo benci,, benci aja kebencian…hehe…
      We were born with love, and were born to love….

  1. Pingback: Apa Adanya « Cerita Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s