Bangun Pagi Kuterus Sarapan (Sarapan Itu Sehat)

Terlelap dan bermimpi,

suasana pagi mengenyangkan hati.

Hanya perut bernyanyi…

tak merdu, tanpa dawai…

dia ingin sarapan pagi.

Bangun pagi ini terasa menyenangkan, buka web browser ketika baru sadar, klak klik sana sini, on-line, nge-update status facebook, gogling, blogging, akhirnya nemu artikel bagus. Sarapan itu Sehat dari tempointeraktif.com. Mumpung perut lagi mengamuk dan mengantuk, jadi mohon dimaklumi kalau copy paste dengan sedikit penambahan ini. Selamat menikmati. ^_^

TEMPO Interaktif, Jakarta – Melewati pagi hari tanpa sarapan mengakibatkan perubahan pada ritme, pola, dan siklus waktu makan. Karena itu, tanpa sarapan, orang cenderung lebih banyak makan pada siang dan malam hari. Demikian pendapat John M de Castro, salah seorang peneliti dari Departemen Psikologi Universitas Texas. Castro juga menyebutkan bahwa makanan pada pagi hari lebih mengenyangkan dibandingkan makan pada siang dan malam hari.

Sarapan juga merupakan energi yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memulai aktivitas kesehariannya. Bayangkan saja, jarak waktu antara makan malam dan makan pagi sekitar delapan hingga 12 jam. Selama itu, bahkan saat kita tidur, tubuh tetap membutuhkan energi untuk aktivitas organ-organnya.

Beberapa saat setelah bangun, energi yang tersisa masih bisa digunakan dalam beberapa jam. Dan, energi yang dibutuhkan itu merupakan hasil istirahat dan pikiran segar setelah tidur malam. Namun, energi tipe ini biasanya akan menguras cadangan sehingga tubuh menjadi stres. Pasalnya, saat itu kadar gula darah sedang turun, sehingga tubuh terasa lemah, konsentrasi terganggu, cepat marah. Anda pun terlihat lesu dan lelah. Nah, apa jadinya bila tubuh tak segera disuplai energi pagi itu?

Makan pagi yang dilakukan secara rutin dan teratur, ternyata terbukti juga bisa menjadi kunci sehat dan berumur panjang. Menurut Mark Pereira, salah seorang peneliti dari Harvard Medical School, sarapan bisa mengurangi resiko obesitas, diabetes dan serangan jantung.

Sarapan juga sangat berguna untuk mencegah masalah kesehatan gigi dan mulut pada anakanak. Salah satu penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Dental Association mengungkapkan bahwa anakanak usia 2-5 tahun yang tidak sarapan, berisiko kena masalah kesehatan gigi dan mulut empat kali lipat lebih besar dibandingkan anak-anak yang selalu sarapan teratur. Mengapa bisa begitu? Anak-anak yang teratur sarapan, cenderung lebih sedikit ngemil, dibanding anak-anak yang tidak sarapan. Nah, dampak ngemil inilah yang menyebabkan munculnya masalah dengan gigi.

Meski sarapan begitu penting, tapi jenis sarapan pun ternyata menentukan fungsinya. Sebab, pada kasus tertentu, meski sarapan teratur, tapi badan tetap merasa lelah. Coba perhatikan lagi menu sarapan yang Anda makan pagi itu. Jenis sarapan yang terlalu banyak lemak dan kalori justru akan meningkatkan produksi serotonin dalam otak. Akibatnya Anda justru akan merasa lemas dan mengantuk.

Para peneliti dari Universitas Sydney, Australia melakukan riset tentang perbandingan pengaruh antara sarapan pagi yang berlemak tinggi dengan sarapan pagi yang lebih banyak karbohidratnya. Kandungan nutrisi dan kalori kedua jenis sarapan itu sama dan seimbang.

Hasilnya? Mereka yang sarapan dengan santapan tinggi lemak, ternyata lebih cepat lapar. Sedangkan, kelompok ”berlemak” mulai ngemil di antara waktu sarapan dan makan siang. Sehingga tak heran kalau total asupan kalorinya terus meningkat. Sebaliknya, kelompok tinggi karbohidrat bisa menahan lapar lebih lama. Yang menarik, kelompok Karbohidrat ini rupanya lebih smart dan lebih waspada selama riset dilakukan. SUSANDIJANI

TIP

Roti dan Susu

Untuk sarapan para ahli dari Universitas Sydney, Australia menganjurkan sereal, roti, dan susu sebagai pilihan utama. Sereal dan roti mengandung serat yang tak larut. Manfaatnya, selain menahan lapar lebih lama, zat gizinya diyakini bisa menjaga berat badan dan mengurangi risiko penyakit kanker usus.
Sementara susu sarat dengan gizi. Selain vitamin-vitamin, mineral, lemak dan protein, susu juga mengandung laktose yang mampu menekan pembusukan protein dalam usus dan menghalangi pertumbuhan organisme patogen penyebab penyakit.

Dengan adanya laktose tersebut, maka anak-anak yang dibiasakan minum susu pada usia pertumbuhannya akan lebih cerdas, karena laktosa pun berperan penting dalam metabolisme otak.

Nyam…nyam…nyam…

aku tahu rasanya nyaman,

makan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s