Jika Kamu, kapan menyerah???

“When we know love matters more than anything, and we know that nothing else REALLY matters, we move into the state of surrender. Surrender does not diminish our power, it enhances it”
Sara Paddison

Agak susah juga mengartikan kata-katanya Sara Paddison ini, namun semakin kubaca, semakin tak mengerti diriku (nah lho!!??). Sayangnya Sara Paddison bukan ingin dimengerti, namun dia (mungkin) ingin semua orang mulai memikirkan bahwa terkadang perjuangan harus berakhir. Ada saat-saat dimana kita sebagai manusia (yang terbatas) tidak mampu lagi untuk melanjutkan sesuatu. Saat kita telah menghabiskan semua yang kita miliki, ketika kita sudah tidak memiliki 0,0000000001 joule pun tenaga, “ketika kita tahu bahwa masalah CINTA lebih dari segalanya, dan kita tahu bahwa tiada hal lain yang benar-benar menjadi masalah”, mengutip kata indahnya Sara Paddison, serta, ketika kita SADAR terhadap diri kita. Dan ketika ini terjadi, apa yang akan Anda lakukan???

Punguk sadar merindukan bulan,

dia tahu mencintai impian,

dan membenci kenyataan.

Ketika dia menyerah,

punguk lain yang mencintainya akan terlihat terang,

lebih terang dari bulan.

Cinta memang hal penting yang harus dimengerti, dan dirasakan. Kita terlahir dari cinta, dan ketika kita mengenal cinta dalam hidup kita, terkadang memberi kita banyak pemahaman. Dan manusia yang mengejar cinta yang benarlah yang akan menyerah, “namun menyerah bukan berarti mengakhiri hidup kita, tapi dia memperkayanya”. Dan Anda semua tahu mengenai cinta, bahkan ketika Anda masih berupa blastula. Jika saya, masih mencari dan memahami, hingga tiba waktunya untuk menyerah, ketika cinta yang mebahagiakan dan memperkaya hidup ini telah terasa indah.

Kesunyian membahana di tenggara hati,

Genderang ditabuh menandakan sore berkelanjutan pulang,

menemui ajalnya yang hilang.

Dan aku datang tanpa pengawalan,

tertatih menuju altar,

dimana aku dipasung, dicerca dan disiksa.

Namun hari berkelanjutan datang,

ke tengah selusuk tulang belulang kehidupan.

Aku menyerah,

pada keambiguan cinta,

pada kenakalan cinta,

pada pedang cinta yang membelah leherku kini.

Dan aku mati dalam bahagia.

Nanti 1000 tahun lagi.


Jika Kamu, kapan menyerah???

Jika Kamu, kapan menyerah???

“When we know love matters more than anything, and we know that nothing else REALLY matters, we move into the state of surrender. Surrender does not diminish our power, it enhances it”
Sara Paddison

Agak susah juga mengartikan kata-katanya Sara Paddison ini, namun semakin kubaca, semakin tak mengerti diriku (nah lho!!??). Sayangnya Sara Paddison bukan ingin dimengerti, namun dia (mungkin) ingin semua orang mulai memikirkan bahwa terkadang perjuangan harus berakhir. Ada saat-saat dimana kita sebagai manusia (yang terbatas) tidak mampu lagi untuk melanjutkan sesuatu. Saat kita telah menghabiskan semua yang kita miliki, ketika kita sudah tidak memiliki 0,0000000001 joule tenaga, “ketika kita tahu bahwa masalah CINTA lebih dari segalanya, dan kita tahu bahwa tiada hal lain yang benar-benar menjadi masalah”, mengutip kata indahnya Sara Paddison, serta, ketika kita SADAR terhadap diri kita. Dan ketika ini terjadi, apa yang akan Anda lakukan???

Punguk sadar merindukan bulan,

dia tahu mencintai impian,

dan membenci kenyataan.

Ketika dia menyerah,

punguk lain yang mencintainya akan terlihat terang,

lebih terang dari bulan.

Cinta memang hal penting yang harus dimengerti, dan dirasakan. Kita terlahir dari cinta, dan ketika kita mengenal cinta dalam hidup kita, terkadang memberi kita banyak pemahaman. Dan manusia yang mengejar cinta yang benarlah yang akan menyerah, “namun menyerah bukan berarti mengakhiri hidup kita, tapi dia memperkayanya”. Dan Anda semua tahu mengenai cinta, bahkan ketika Anda masih berupa blastula. Jika saya, masih mencari dan memahami, hingga tiba waktunya untuk menyerah, ketika cinta yang mebahagiakan dan memperkaya hidup ini telah terasa indah.

Kesunyian membahana di tenggara hati,

Genderang ditabuh menandakan sore berkelanjutan pulang,

menemui ajalnya yang hilang.

Dan aku datang tanpa pengawalan,

tertatih menuju altar,

dimana aku dipasung, dicerca dan disiksa.

Namun hari berkelanjutan datang,

ke tengah selusuk tulang belulang kehidupan.

Aku menyerah,

pada keambiguan cinta,

pada kenakalan cinta,

pada pedang cinta yang membelah leherku kini.

Dan aku mati dalam bahagia.

Nanti 1000 tahun lagi.

Jika Kamu, kapan menyerah???

8 thoughts on “Jika Kamu, kapan menyerah???

  1. Pingback: Luka dan Tawa « Cerita Puisi

  2. Aku baru dpt kata bijak yang sama di milisku (jgn2 sumber kita sama?). Mau mencoba memaknai kalimat dari Sara Padison.

    Aku pikir sara paddison ingin menyampaikan bahwa cinta adalah tujuan akhir, bahwa hanya cinta yang ga mampu ditaklukkan (dilawan) oleh manusia, makanya ada kata surrender.

    Tapi kalimat berikutnya ia menegaskan bahwa “Surrender does not diminish our power, it enhances it”. karena kata Surrender merupakan sesuatu yang berkonotasi negatif bagi kebanyakan orang. Namun, menyerah dalam cinta adalah sesuatu yang mulia.

    Salam.

    • Selamat pagi yil, mungkin juga, karena aku dapat kata bijak ini dari Katahati Institute.
      “Cinta adalah sebuah tujuan akhir hidup, bahwa hanya cinta yang tidak mampu ditaklukkan (dilawan) oleh manusia”, wah, jadi kata bijak yang baru lagi tuh. ^_^

      Aku setuju, Sara Paddison ingin menyampaikan bahwa ada suatu saat kita akan dipenuhi oleh cinta yang membahagiakan, yang sejati mungkin orang2 lebih nyaman menyebutnya, dan ketika itulah kita harus menyerah (aku kini lebih suka menyebutnya ‘bersyukur’) pada cinta tersebut. Karena dengan begitu, kita akan bisa fokus dan memberikan 100% usaha kita untuk memperkaya cinta tersebut. (“Surrender does not diminish our power, it enhances it”)

      Terima kasih sudah berkunjung.
      Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s