Cinta itu Energi

“perasaan merupakan energi terbesar dan terhalus yang ada di dunia”-takahibe-

Merasa,

harus kehilangan keperihan…

di sungkur mentari pagi aq bersua,

mahligai keindahan embun tertanam dalam bahagia.

Energi, satu-satunya hal yang kekal di dunia ini. Teringat dulu bagaimana di SMP diajari mengenai Hukum Kekekalan Energi ini, begini bapak guru saya menjelaskan, “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”. Ini berarti bahwa sebenarnya tidak ada yang mampu memusnahkan rasa cinta, yang mampu kita semua lakukan adalah merubah rasa cinta itu menjadi energi yang lain.

Lalu mengapa cinta itu adalah sebuah energi??? Saya melihatnya seperti ini, ketika kita menyebut diri kita mencintai sesuatu, maka kita akan tergerak untuk menciptakan rasa bahagia pada sesuatu itu dan tentunya pada diri kita. Perasaan inilah yang merupakan energi halus pada tiap diri manusia yang hadir ketika cinta itu datang. Mungkin Anda pernah mendengar mengenai seorang ibu yang mampu berlari lebih kencang daripada seharusnya demi menyelamatkan anaknya yang dalam keadaan bahaya? Atau kisah lain mengenai seorang pria yang mampu menyeberangi samudra demi mencari kekasihnya? Ataupun berbagai insan diluar sana yang berani menghadapi panas, dingin, hujan, dan teriknya suasana hanya demi untuk bertemu orang dan sesuatu yang dicintainya? Itulah kerja dari energi perasaan (yang lebih suka saya sebut energi kebahagiaan). Karena kita bisa hidup karena energi terbesar dari dalam diri kita adalah memiliki perasaan menjadi seseorang yang hidup.

Saya secara pribadi melihat banyak contoh kejadian dimana cinta mampu membuat sebuah perubahan dan memberi seseorang energi untuk menjalani kehidupannya. Dalam definisi yang saya peroleh, energi ini merupakan kemampuan untuk melakukan kerja. Nah, berarti ketika seorang remaja pria yang sedang berusaha membelikan (kerja) bunga kekasihnya adalah sebuah energi. Atau, ketika salah satu pasangan menyeka (kerja) air mata kekasihnya yang menangis itu juga energi yang bekerja. Cinta disini berperan dalam membentuk perubahan (positif maupun negatif) dalam segala hal. Dari diam menjadi bergerak begitupun sebaliknya. Dari menangis menjadi tertawa, begitupun sebaliknya. Yang perlu menjadi peringatan disini adalah bagaimana membentuk cinta ini menjadi sebuah energi positif yang akan memberi kita kebahagiaan cinta. In my opinion, tersenyum adalah salah satu cara yang ampuh dalam menghadapi apapun. Karena tersenyum (tulus) merupakan sebuah manifestasi cinta yang halus dan lembut namun cukup kuat.

Dan kuberhasil melewati negeri yang bimbang,

meloncat ke arah jurang yang kelam,

terjun bebas, sebebas merpati yang tersenyum di ranting terlewat.

Ketika itu,

aku percaya ada memiliki sayap,

bukan sepasang, hanya

banyak sayap terkepak-kepak disekeliling.

Dan sebelum tanah kucium,

ada tangan yang menarikku untuk terhentak,

ada sayap yang mengempaskanku ke udara lebar,

ada energi, yang kutahu itu bukan pasti.

Kupercaya saja,

kutahu ini cinta yang kuberi,

dan kini kuterima kembali.

Membicarakan energi adalah membicarakan pergerakan. Dan selama cinta masih menguasai diri setiap manusia (dan saya yakin semua orang memiliki cinta, ^_^) di dunia ini, maka dunia ini akan terus berputar ke arah yang lebih baik. Ingatlah untuk selalu memberi cinta pada setiap hal yang Anda yakin membahagiakan Anda. Bergeraklah, dan dapatkan energi yang tanpa batas. Saya mungkin terlalu berlebihan dan terlalu memuja cinta, tapi semua tidak lebih karena saya mencintai keberadaan cinta. Dan meyakini saya tercipta dari sebuah cinta. Love U God.❤

dan cintapun berubah, menjadi bahagia”

3 thoughts on “Cinta itu Energi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s