Hujan (ke-2)

Rintikmu datang di malam terang,

ah,

ku terbangun dan menerawang.

Kebisuan tak terjaga,

bintang tenggelam,

dan aku pun menenggelam dalam mimpi di hutan…

ramai hujan…

Walaupun aku bukan seseorang yang luput dari mengigau, salah satu hobiku adalah melukis dengan menggunakan kuas (krik…krik..krik…). Sedikit bercanda mungkin bisa membuat malamku tampak lebih ramai dari biasanya, bermain Mafia Wars tidak juga menimpa bosan. Sementara chatting dengan teman baik masih terasa mengganggu kesedihan mendalam. Aku bersyukur, hujan kembali datang. Karena tadi pagi panas sampai siang. Sayang, serangan  kantuk kembali terulang dan tampaknya sel kemelekan sudah mulai sirna. Mau tidur sajalah.

Mimpi,

ada yang tak kumengerti sendiri…

Mata,

melihat dari 1 sisi lebih.

kira-kira sepi.

2 thoughts on “Hujan (ke-2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s