Rintik Cahaya

Putih rembulan tak pernah gantikan cerahnya cahyamu,,

Tak juga matahari karena itu aku,

Terdiam dan merenungi hutan yang sunyi

Menangkap terpaan hangat jiwa yang sepi,

Berdosa dan kian mati membisu.

Untung kau mengerti akan usaha yang tak terjadi,

Menyesal jadi pilihan…

Andai bulan meramalkan cerita cinta,

Dan hutan pergi menawarkan hati pilu,,,

Menunggu badai mereda,,

Kau kan bahagia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s