Aku Tak Pernah Merasa Iba…

Ketika bulan menari,

dan malam membasahiku dengan sinar suci,.,


Aku tak pernah merasa iba,

akan kehadiran kegelapan, yang

berusaha mencaciku dengan ke-nonaktifan sinarnya…

haha,,,

Meskipun ini pagi, dan kemarin malam aku bermimpi bertemu malaikat, namun malam itu takkan pernah bisa meninggalkan jejak tidak transparan dalam otak. Ya, semua berlalu begitu aku menerima sebuah kepercayaan tentan gwaktu palsu, biru dan semua seakan membeku. Berdiri di tepi pantai ditinggal kekasih, dan hanya memandangi bulan meratapi pasir meresah ombak.

Kasihan,

iba,

percuma,.,.,

Aku takkan iba tentang kamu!!! Titik.

Aku merasa puas, ditemani sebatang rokok yang diberikan petani laut. “Senang rasanya bisa berbagi nak,.,., :)”, pak Tua itu berkata ddengan senyuman ompongnya. Tapi bukan masalah itu yang terpikirkan, ada semacam usikan menarik dalam pikiran, ya, pikiranku,… sendiri. Bukan iba, tapi rasa terbagi, dan kuingin membagi ini padamu, YA, PADAMU KEKASIH BEJAT BERANAK TIRI SETAN!!!!

Hujatan ini hanya akan menyakitkan,

tapi air hujan mengaburkan air mata dan kebajikan…

dan ku takkan pernah merasa iba, pada diriku yang diliputi tawa,,

tawa kesetanan,,,,

HAKZ.

One thought on “Aku Tak Pernah Merasa Iba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s