Oktober

Semacam penyakitan,

janda penghianatan matahari.

semua awan bergoyang karena petir mengumbar nafsu pada mereka,

langit berdosa tidak menghadirkan terangnya cahaya biru,

dan hujan merana, pilu dan berkecipak lucu.

 

Sebaris senyum terlintas,

bahwa hidup bukan hanya untuk memelas.

Di tengah galau aku,

menyekap kebisingan hasrat pulas.

Kau, yang terdiam karena petir suram,

mendekap tubuhq tanpa ampuni kedinginan malam,

kusuka caramu membisikkan “aku sayang bau keringatmu”.

Tak rugilah sepanjang langit melaut aku berjalan menelusuri kota,

mencari kertas-berajah, buatmu beli sepatu baru.

 

Bulan kebisingan dan pengorbanan,

penolakan, kematian dan cinta sebelum datang.

 

Kupandangi sesaat matahari cerah merah,

dan tersenyum ku lumrah.

menatap galau rusuk luka, retakkan sayap-sayap penantian.

 

Sendiri,

dan sepi.

Itu tadi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s