Toretetet

Toretet…

toretet,

toretetet…

Pagi itu cerah mencaci kusutnya mukaku. Belum mandi, gosok gigi apalagi sarapan pagi, tidak! Belum!

Aku sendiri lagi menyanyikan lagu usang itu, lagu baru kata pamanku. Belajar kemarin sampai hilang niat untuk bangun, selalu galau selama racau lalu. Bosan dengan selimut bau itu, dan akupun meminum segelas bir. MandiπŸ™‚.

Airnya terasa dingin, menggoda iman untuk tidur (lagi). Nikmat mentari pagi diluar sana masih belum memanggilku tuk beranjak pergi. Ayolah, lari kakiku. Pintu terbuka dan, AHA! aku menemukan kucing hitam mengeong pergi. Oh, tidak mungkin dia memakan ikan, tidak juga ada tikus. Aku takut, dan ini bukan pertanda baik.

toretet, toretetet…

toretetetetet…

Sial, suara itu bunyi lagi! Seolah kita tidak mendengar hal yang lebih murni dari ini, bahkan tak mencoba mengugah semangat pagi ini. Sial, aku mengoceh lagi.


8 thoughts on “Toretetet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s