Begadang

Yang tak penting adalah ketika kau berharap waktu kembali berputar ke kiri. Mengikuti kehendak kecilmu akan kebebasan asa, dan ternyata tak bisa.

Detik dan detik bercengkrama mengikuti alur yang tiada, berontak. Jika tenant aku sudah tertidur pulas memimpikanmu, memakai baju biru yang kubelikan tadi pagi, rabu itu. Suara angin membangunkan inginnya darah, mengalir memancing jantung untuk berubah merah, dan kaupun tak usah marah esok. Aku tahu kesalahan, aku beri kata maaf dan khilaf. Tunggulah matahari menghapus air mata, dan ku heningkan asa agar kau bahagia, disana, dengan dia dan mereka.

Malam larut dan bukan salahku tak tertidur di pangkuanmu hitam. Aku takut cahaya. Aku ditemani malam, dan bintang senja. Sering tanpa kata hanya terdiam merenungi bulir-bulir impian yang sudah basi. Sedikit kutanak dan kumakan saja beras empuk. Sayurnya sudah busuk, dan daging bakar itu menggoda senyuman.

Ini bukan cerita hanya peristiwa yang kucatat saja. Ketika malam tak bisa kutaklukkan dengan wajar dan tak bisa kulampaui dengan akal. Diamlah kedamaian. Aku bosan mericuh riuh.

Senja Lalu Tiada

Kala senja berlalu,

pilu seakan matahari semu…

Kutuangkan teh hangat ini padanya,

lengkap dengan sepiring kue kecil berlapis cokelat.

Dan melihatnya diam menatap pantai lepas oranye…

 

Setahun lalu dia masih tersenyum, ceria seperti pertama kali kami bertemu, di dermaga itu setiap rabu dan sabtu. Ketika itu dia sering memandangi lautan, dengan kameranya yang sudah tua dan rapuh. Rambutnya selalu terurai, setidaknya rabu di September itu dia pernah ikat sekali, ya, sekali itu saja sebelum akhirnya kami menikah. Dia cantik tanpa pernah kuungkap betapa hal ini bisa kugambarkan. Biarlah menjadi misteri buat kalian, karena dialah ‘misteriku’.

Continue reading

Fokus

Sering aku kehilangan hal ini, hal yang sudah menjadikanku seorang yang tangguh. Terkadanag aku menyesal memberi penghargaan pada hal yang hilang, hanya pulang.

 

Silahkan membicarakan apapun,.,semasih itu akan berlalu.

Fokus, pada sebuah perasaan.

Fokus, pada jiwa yang kian redup memalam,.,

Fokus, perjuangkan kehidupan yang nyaman, semasih jiwa yang sepi tidak berlalu dan terlalu santai seperti maen musik reggae di pantai,.,.,seperti tempat favoitku,., Laghawa Restaurant.

Fokus,.,

Sopran

“We come to love not by finding a perfect person, but by learning to see an imperfect person perfectly”

Sam Keen

Aku tahu,

hanya kebiasaan mencintai yang terbaik yang membuat orang-orang berhenti mencintai.

Bahkan berhenti mencintai dirinya sendiri.

Aku bahkan tahu,

tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Dia.

Cinta, menemukan…

Tak ada abadi pun kau rasa,

ketika dia bersimbah darah,

sel-sel yang terkulai dan tertawa…. Continue reading

Entah…

Sekedar mengisi tulisan dan kata-kata yang hampir membusuk di kepala yang mulai memanas ini, tak kusangka hari ini ada gelora dan tawa yang sedikit terbengkalai oleh suaraku yang ‘kurang enak didengar’ karena serak-serak kering kerontang. Terasa ke-over-anku dalam bicara mulai mengganggu lagi, tapi tak apa, mengisi waktu kosong ini sudah menjadi kebiasaanku selain menggoreng tahu sebelum kuliah. ^_^

Kutunggu penantian,

dia selalu menemani datang.

Tak ada hujan menemani rumputku ilalang,

hilang,

kesepian kian membahana.

Jika dahulu puisi Chairil Anwar menerpa AKU…

kini puisi belaian angin pagi membunuh rasa bosanku.

Jika dulu sepi,

sekarang ramai oleh biru yang baru lagi.

Ah,,, tugas yang menumpuk masih membisu. Semua tak sama, tak pernah sama, begitu Padi menghiburku. Lelah dan sedikit capai dengan hari, tapi cuma semangat yang mengapi-api kuberani janjikan berdiri, tapi tak terinjak. (Tampaknya Pee Wee Gaskins tidak mampu menghiburku kali ini,hehe…)

hingga busuk menghantui jaman keemasan surga dunia,

menghitam memburuh di tengah gelombang lautan jiwa,.,

merayu angin,,tuk datang bawakan garam,

taburkan ke lautan,,,

ku luas untuk berilham,,,,

Cinta itu Energi

“perasaan merupakan energi terbesar dan terhalus yang ada di dunia”-takahibe-

Merasa,

harus kehilangan keperihan…

di sungkur mentari pagi aq bersua,

mahligai keindahan embun tertanam dalam bahagia.

Energi, satu-satunya hal yang kekal di dunia ini. Teringat dulu bagaimana di SMP diajari mengenai Hukum Kekekalan Energi ini, begini bapak guru saya menjelaskan, “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”. Ini berarti bahwa sebenarnya tidak ada yang mampu memusnahkan rasa cinta, yang mampu kita semua lakukan adalah merubah rasa cinta itu menjadi energi yang lain.

Lalu mengapa cinta itu adalah sebuah energi??? Saya melihatnya seperti ini, Continue reading

Apakah Kamu Pernah Jatuh Cinta dan Bahagia???

Mungkin tersenyum sesaat,

bertemu dia seolah tiada mimpi berawal,

di tengah sunyinya hati,

bertemu kebersamaan.

Dua bukan berarti banyak,

hanya berbeda membuat berwarna.

Tidak pula sedikit kubilang, padamu

yakin itu cinta yang kau tuju.

Kau tunjuk,

satu hati didepanmu…

Kenyataan bahawa cinta itu membahagiakan sering diterima dan ditolak orang-orang sekaligus. Betapa daya cinta membuat orang-orang begitu penasaran Continue reading

Apakah Anda Mengerti Cinta???

Love is the passionate and abiding desire on the part of two or more people to produce together conditions under which each can be and spontaneously express, his real self; to produce together an intellectual soil and an emotional climate in which each can flourish, far superior to what either could achieve alone.

Yang mengerti makna kalimat diatas mungkin adalah orang yang mengerti cinta. Apakah itu Anda??? Jika ya, silahkan berbagi disini. ^_^ Bila bukan, Anda tidak sendiri, karena Saya juga belum mengerti “apa itu cinta” (Kalau siapa itu Cinta sih gampang, anaknya Uya Kuya kan?!).

Kadang cinta binasa,

oleh kelemahan hati manusia.

Dia juga bisa ada,

oleh kekuatan jiwa dan raga.

Namun dia bukan sekedar pengertian,

merasa cinta adalah merasa ketidakpastian,

dan ketidakterbatasan.

Sering dan banyak orang mungkin bertanya apa sih cinta itu??? Continue reading

Luka dan Tawa

hahahaha…….

“Feel it then u get it,,,

get it then you’ll feel it…”

Sebuah luka yang mendalam tiada berakhir dalam silam, kelamnya malam melukai kehidupan bahagiaku. Tak pernah terpikir oleh perasaan ini aku akan terluka, oleh pisau yang kupegang aman. Tak mengerti, hanya caci merasuki hati kini.

Keberadaan kebahagiaan yang kualami sedia kala, tak merubah masa depan pun masa lalu yang hilang. Ku ingin bangkit dan raih semua, namun luka ini berdarah-darah merah dan mencerca pakaian putihku. Semua merah, semua darah, dan hanya irisku yang tersisa berwarna, dan itupun coklat. Continue reading