Seringai Twa

mengiris sayap,

sepasang merpati tua yang robek terbelah atap.

Rumah,

harapan dan peristiwa janda. Continue reading

Advertisements

A.I.R.

Panas,

dan kubutuh air.

Demi kesejukan kumerintih,

menahan tawa renta yang semakin menua, tanpa air.

Entah kenapa, Putra selalu merindukan Air, iya, Air. Dia yang telah lama membuatnya tersenyum tanpa malu yang hinggap selalu. Putra memang pemalu, parah, sering ngompol kalau lagi pilu oleh tawa ejekan teman-temannya. Tapi Air, selalu memberinya minum dan memaksanya tersenyum dengan kesegaran tawanya. Air memang OK, TOP dah buat kehidupannya.

“Senyum nae Putra! Isssh,.,.,”, rayu Air suatu pagi.

­čÖé

Continue reading

Sejenak Peristiwa

Kini airmata senantiasa membanjiri hati yang luka.

 

Bukan peristiwa yang memberi jaman nafas,

tak juga sebatas puisi yang menerpa luka,

dan sedikit harapan,

menghidupkan hari lama.

 

Tak terpikir olehku berbagi jiwa, lagi dalam duka kini dan peristiwa. Aku merasa begitu terpajan oleh hal yang tak pernah ada, sesuatu yang benar-benar tiada. Merasa bahwa tak ada yang kulakukan demi dia, hanya sia-sia. hahaha…

Ketika ini terdengar sebagai sebuah irama, rima dan kata jala, sesuatu menghampiriku dan menampar muka, plak! Tak kumengerti, kuingin aneh sendiri. Pagi ini masih gelap dan terdengar suara kucing mengerang, entah darimana, mencarinya percuma saja.

Continue reading

Be [ready] to back??

Ouh man,.,. this lonely made me sick!!

But, if there is anything possible, I could smile and bring a life back into ME! Not just bout every Plain life that I spend,., but also bout anything that I can found,.

Its just nothing,. not to read nor write down,.,in everytime u do,.,everytime u Got,.,.

GBME,.,.,

Arrrrghhh,.,

Aku Tak Pernah Merasa Iba…

Ketika bulan menari,

dan malam membasahiku dengan sinar suci,.,


Aku tak pernah merasa iba,

akan kehadiran kegelapan, yang

berusaha mencaciku dengan ke-nonaktifan sinarnya…

haha,,,

Meskipun ini pagi, dan kemarin malam aku bermimpi bertemu malaikat, namun malam itu takkan pernah bisa meninggalkan jejak tidak transparan dalam otak. Ya, semua berlalu begitu aku menerima sebuah kepercayaan tentan gwaktu palsu, biru dan semua seakan membeku. Berdiri di tepi pantai ditinggal kekasih, dan hanya memandangi bulan meratapi pasir meresah ombak.

Kasihan,

iba, Continue reading

Saat Ini Pun,.,.,

Kutengok jam dinding di sebelahku, hanya teronggok suaranya yang berdetik.

Memang, semenjak kecelakaaan itu, mataku hanya bisa mengabu,.,

Kutilik jemari di tangan kiri, yang kurasa sedikit bekas luka, tak dalam, tapi cukup menggores hatiku.

Andai mereka melihatku yang tak melihat ini,

mungkin mereka akan menceritakan bagaimana kejamnya dunia sekarang. Continue reading

Rintik Cahaya

Putih rembulan tak pernah gantikan cerahnya cahyamu,,

Tak juga matahari karena itu aku,

Terdiam dan merenungi hutan yang sunyi

Menangkap terpaan hangat jiwa yang sepi,

Berdosa dan kian mati membisu.

Untung kau mengerti akan usaha yang tak terjadi,

Menyesal jadi pilihan…

Andai bulan meramalkan cerita cinta,

Dan hutan pergi menawarkan hati pilu,,,

Menunggu badai mereda,,

Kau kan bahagia…