A.I.R.

Panas,

dan kubutuh air.

Demi kesejukan kumerintih,

menahan tawa renta yang semakin menua, tanpa air.

Entah kenapa, Putra selalu merindukan Air, iya, Air. Dia yang telah lama membuatnya tersenyum tanpa malu yang hinggap selalu. Putra memang pemalu, parah, sering ngompol kalau lagi pilu oleh tawa ejekan teman-temannya. Tapi Air, selalu memberinya minum dan memaksanya tersenyum dengan kesegaran tawanya. Air memang OK, TOP dah buat kehidupannya.

“Senyum nae Putra! Isssh,.,.,”, rayu Air suatu pagi.

­čÖé

Continue reading

Advertisements

Hujan

Ketika terbangun dan kurasakan sepi,

membalut langit dan awan biruku.

Hanya, angan dan keibuan dari alam membuatku terjaga,

hangat, karena cinta mereka.

Kutepisi salju yang merambat dalam khayalan,

melangkah keluar dari zona kebobrokan ini,

kutemukan langkah pasti,

bangun pagi.

Diluar tampak angin mendung tak berawan tebal,

hanya hujan menanti untuk dikomentari makhluk,

makhluk sepertiku yang menatap hujan lebih dari sekedar saudara ketakjuban,

hanya peristiwa, yang kusesali tidak.

Hari ini bangun pagi terasa menyenangkan dengan disambut hujan. Mimpiku sedikit basah mengenai hal ini, bukan “mimpi basah” seperti yang banyak dialami orang. Continue reading