Senja Lalu Tiada

Kala senja berlalu,

pilu seakan matahari semu…

Kutuangkan teh hangat ini padanya,

lengkap dengan sepiring kue kecil berlapis cokelat.

Dan melihatnya diam menatap pantai lepas oranye…

 

Setahun lalu dia masih tersenyum, ceria seperti pertama kali kami bertemu, di dermaga itu setiap rabu dan sabtu. Ketika itu dia sering memandangi lautan, dengan kameranya yang sudah tua dan rapuh. Rambutnya selalu terurai, setidaknya rabu di September itu dia pernah ikat sekali, ya, sekali itu saja sebelum akhirnya kami menikah. Dia cantik tanpa pernah kuungkap betapa hal ini bisa kugambarkan. Biarlah menjadi misteri buat kalian, karena dialah ‘misteriku’.

Continue reading

A.I.R.

Panas,

dan kubutuh air.

Demi kesejukan kumerintih,

menahan tawa renta yang semakin menua, tanpa air.

Entah kenapa, Putra selalu merindukan Air, iya, Air. Dia yang telah lama membuatnya tersenyum tanpa malu yang hinggap selalu. Putra memang pemalu, parah, sering ngompol kalau lagi pilu oleh tawa ejekan teman-temannya. Tapi Air, selalu memberinya minum dan memaksanya tersenyum dengan kesegaran tawanya. Air memang OK, TOP dah buat kehidupannya.

“Senyum nae Putra! Isssh,.,.,”, rayu Air suatu pagi.

🙂

Continue reading

Sejenak Peristiwa

Kini airmata senantiasa membanjiri hati yang luka.

 

Bukan peristiwa yang memberi jaman nafas,

tak juga sebatas puisi yang menerpa luka,

dan sedikit harapan,

menghidupkan hari lama.

 

Tak terpikir olehku berbagi jiwa, lagi dalam duka kini dan peristiwa. Aku merasa begitu terpajan oleh hal yang tak pernah ada, sesuatu yang benar-benar tiada. Merasa bahwa tak ada yang kulakukan demi dia, hanya sia-sia. hahaha…

Ketika ini terdengar sebagai sebuah irama, rima dan kata jala, sesuatu menghampiriku dan menampar muka, plak! Tak kumengerti, kuingin aneh sendiri. Pagi ini masih gelap dan terdengar suara kucing mengerang, entah darimana, mencarinya percuma saja.

Continue reading

Aku Tak Pernah Merasa Iba…

Ketika bulan menari,

dan malam membasahiku dengan sinar suci,.,


Aku tak pernah merasa iba,

akan kehadiran kegelapan, yang

berusaha mencaciku dengan ke-nonaktifan sinarnya…

haha,,,

Meskipun ini pagi, dan kemarin malam aku bermimpi bertemu malaikat, namun malam itu takkan pernah bisa meninggalkan jejak tidak transparan dalam otak. Ya, semua berlalu begitu aku menerima sebuah kepercayaan tentan gwaktu palsu, biru dan semua seakan membeku. Berdiri di tepi pantai ditinggal kekasih, dan hanya memandangi bulan meratapi pasir meresah ombak.

Kasihan,

iba, Continue reading

Cinderella, the Ending Story…

Kadang labu menertawakanku,

memberiku tumpoangan ke tengah jiwa-jiwa bersalju.

Hingga bulan masih memberiku terang di tengah malam,

dan peri menolongku menerjang gerobak khayalan.

Aku berteman dengan keprihatinan,

bersaudara dengan kebinasaan.

Dan terbilang halus,

bersinar didalam hati.

Cinderella lari dari pesta dansa, meninggalkan sebelah sepatu kacanya. Lalu dia ditemukan pangeran yang telah jatuh cinta kepadanya, mereka menikah dan bahagia. Itulah ending cerita Cinderella yang banyak diketahui orang. Tapi, adakah yang pernah memikirkan ending atau akhir sesungguhnya dari kisah ini??? Continue reading

Cinta itu Energi

“perasaan merupakan energi terbesar dan terhalus yang ada di dunia”-takahibe-

Merasa,

harus kehilangan keperihan…

di sungkur mentari pagi aq bersua,

mahligai keindahan embun tertanam dalam bahagia.

Energi, satu-satunya hal yang kekal di dunia ini. Teringat dulu bagaimana di SMP diajari mengenai Hukum Kekekalan Energi ini, begini bapak guru saya menjelaskan, “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”. Ini berarti bahwa sebenarnya tidak ada yang mampu memusnahkan rasa cinta, yang mampu kita semua lakukan adalah merubah rasa cinta itu menjadi energi yang lain.

Lalu mengapa cinta itu adalah sebuah energi??? Saya melihatnya seperti ini, Continue reading

Apakah Kamu Pernah Jatuh Cinta dan Bahagia???

Mungkin tersenyum sesaat,

bertemu dia seolah tiada mimpi berawal,

di tengah sunyinya hati,

bertemu kebersamaan.

Dua bukan berarti banyak,

hanya berbeda membuat berwarna.

Tidak pula sedikit kubilang, padamu

yakin itu cinta yang kau tuju.

Kau tunjuk,

satu hati didepanmu…

Kenyataan bahawa cinta itu membahagiakan sering diterima dan ditolak orang-orang sekaligus. Betapa daya cinta membuat orang-orang begitu penasaran Continue reading