Kubukan Menyanyi, Hanya Menari dalam Irama Pagi…

Bagian terpenting dalam hidup adalah menyadari bahwa kita hidup, hahaha…

Pagi yang cerah sungguh amat mempesona, sedikit rona wajah mentari yang manis dengan penuh hembusan nafas alam yang menyejukkan. “Aku, yang berdiri tanpa mata disini menanti“. Ketika terlintas keinginan dalam dada untuk melintas mandi, walaupun dengan baju yang masih nyaman dipakai, dia tak tentu datang. Wah, bagaimana caranya agar semua segera berakhir? Tidurlah, dan buat cerita ini makin ga jelas!!!

Akhirnya aku belum mandi, males, cape, lebih senang memandangi laptop putih di tengah aroma pagi yang menyengat hidung…(ternyata ada yang masak di dapur, pantes!). Kemarin begadang, melihat sesuatu yang menurut semua orang pantas, ingin merubah sedikit kehidupan. Rasanya bersyukur selalu menjadi pilihan, aku senang mampu hidup memandang pagi, senang menyapa semua keluargaku yang kusayangi, senang menyapa temanku yang selalu menemani,senang telah menyapa kalian. Arrrgggghhhhhhhhhh………..perutku lapar, terasa belum makan.

Mencoba menikmati pagi,

rasakan, di pelipis wajahmu keringat tak mengucur,

di tengah bola matamu cahaya mulai berujar,

“Hai mentari pagi, terima kasih telah ijinkan aku memandangmu!!!”

Sungguh, tak seindah jaman,

menggoda jutaan kuman tuk segera bermigrasi…

karena aku akan mandi…

Dan ini bukan puisi!!!

Bukan samasekali…

hihi….

Hari ini aku belajar satu hal penting dalam hidup, bahwa bagian terpenting dalam hidup adalah menyadari bahwa kita hidup. ^_^

Ku Ingin Bunuh Diri!!!

Membenci hidup,

laron-laron yang semalam membisiki.

Sayapnya terdengar garang,

mengepak ritmik hidup,

walau esok mati.

Hanya aku ingin menceritakan hal yang menurutku tak baik diceritakan. Ini sebuah kisah yang kubenci namun harus kutanyakan pada kalian, apakah kalian ingin mati??? Mungkin tidak atau mau, tergantung seberapa indah dan kelam hidup kalian. Ketika beberapa kali menikam pisau di hati yang lusuh, bersedih melalui hari-hari yang sungguh, seperti lagunya New Eta- Dalam Pekatnya, “Persetan pagi ini, aku tak ingin bangun lagi, byar lepas aku kembali bermimpi”.

Semakin berwaktu,

aku berdiri disini.

Teratur seakan tak pernah mati.

Tapi orang yang ingin mati itu kekasihku!!! Bangsat!!! Aku cuma bisa diam, dan memeluk tangisku. Kucegah dia pun menangis, kudiam dan dia tetap menangis. Kenapa bunuh diri menjadi kisahku kini??? Continue reading