Hujan (ke-2)

Rintikmu datang di malam terang,

ah,

ku terbangun dan menerawang.

Kebisuan tak terjaga,

bintang tenggelam,

dan aku pun menenggelam dalam mimpi di hutan…

ramai hujan…

Walaupun aku bukan seseorang yang luput dari mengigau, salah satu hobiku adalah melukis dengan menggunakan kuas (krik…krik..krik…). Sedikit bercanda mungkin bisa membuat malamku tampak lebih ramai dari biasanya, bermain Mafia Wars tidak juga menimpa bosan. Sementara chatting dengan teman baik masih terasa mengganggu kesedihan mendalam. Aku bersyukur, hujan kembali datang. Karena tadi pagi panas sampai siang. Sayang, serangan¬† kantuk kembali terulang dan tampaknya sel kemelekan sudah mulai sirna. Mau tidur sajalah.

Mimpi,

ada yang tak kumengerti sendiri…

Mata,

melihat dari 1 sisi lebih.

kira-kira sepi.

Luka dan Tawa

hahahaha…….

“Feel it then u get it,,,

get it then you’ll feel it…”

Sebuah luka yang mendalam tiada berakhir dalam silam, kelamnya malam melukai kehidupan bahagiaku. Tak pernah terpikir oleh perasaan ini aku akan terluka, oleh pisau yang kupegang aman. Tak mengerti, hanya caci merasuki hati kini.

Keberadaan kebahagiaan yang kualami sedia kala, tak merubah masa depan pun masa lalu yang hilang. Ku ingin bangkit dan raih semua, namun luka ini berdarah-darah merah dan mencerca pakaian putihku. Semua merah, semua darah, dan hanya irisku yang tersisa berwarna, dan itupun coklat. Continue reading

Hujan

Ketika terbangun dan kurasakan sepi,

membalut langit dan awan biruku.

Hanya, angan dan keibuan dari alam membuatku terjaga,

hangat, karena cinta mereka.

Kutepisi salju yang merambat dalam khayalan,

melangkah keluar dari zona kebobrokan ini,

kutemukan langkah pasti,

bangun pagi.

Diluar tampak angin mendung tak berawan tebal,

hanya hujan menanti untuk dikomentari makhluk,

makhluk sepertiku yang menatap hujan lebih dari sekedar saudara ketakjuban,

hanya peristiwa, yang kusesali tidak.

Hari ini bangun pagi terasa menyenangkan dengan disambut hujan. Mimpiku sedikit basah mengenai hal ini, bukan “mimpi basah” seperti yang banyak dialami orang. Continue reading