Sebuah Kisah Lain

Kerinduan ini tenggelam,

menengguk air dalam kehidupan silam.

Kepasrahan ini terlalu malam,

menunggu pagi untuk tetap berjuang.

Ku ikhlas jika harus melanglang,

bukan sepi namanya jika berteriak kencang,

tapi kutahu percuma bila selalu menerjang.

Ku lelap tenggelam,

dan menenggak air kehidupan,

mencium terdiam dalam kenangan…

“Pergi kau Tuhan!!! Kenapa kau siksa aku dalam kenangan pahit kesalahan yang kubuat, kutahu diriku hina dan kini tak bermartabat, tapi kumohon, kumohon dengan hati yang tulus merana ini. Tolong restui semua jalanku kini, karena kuhidup demi kebahagiaan orang yang menyayangiku, demi mereka yang mencintaiku”. Continue reading

Advertisements