Sejenak Peristiwa

Kini airmata senantiasa membanjiri hati yang luka.

 

Bukan peristiwa yang memberi jaman nafas,

tak juga sebatas puisi yang menerpa luka,

dan sedikit harapan,

menghidupkan hari lama.

 

Tak terpikir olehku berbagi jiwa, lagi dalam duka kini dan peristiwa. Aku merasa begitu terpajan oleh hal yang tak pernah ada, sesuatu yang benar-benar tiada. Merasa bahwa tak ada yang kulakukan demi dia, hanya sia-sia. hahaha…

Ketika ini terdengar sebagai sebuah irama, rima dan kata jala, sesuatu menghampiriku dan menampar muka, plak! Tak kumengerti, kuingin aneh sendiri. Pagi ini masih gelap dan terdengar suara kucing mengerang, entah darimana, mencarinya percuma saja.

Continue reading

Luka dan Tawa

hahahaha…….

“Feel it then u get it,,,

get it then you’ll feel it…”

Sebuah luka yang mendalam tiada berakhir dalam silam, kelamnya malam melukai kehidupan bahagiaku. Tak pernah terpikir oleh perasaan ini aku akan terluka, oleh pisau yang kupegang aman. Tak mengerti, hanya caci merasuki hati kini.

Keberadaan kebahagiaan yang kualami sedia kala, tak merubah masa depan pun masa lalu yang hilang. Ku ingin bangkit dan raih semua, namun luka ini berdarah-darah merah dan mencerca pakaian putihku. Semua merah, semua darah, dan hanya irisku yang tersisa berwarna, dan itupun coklat. Continue reading