Luka dan Tawa

hahahaha…….

“Feel it then u get it,,,

get it then you’ll feel it…”

Sebuah luka yang mendalam tiada berakhir dalam silam, kelamnya malam melukai kehidupan bahagiaku. Tak pernah terpikir oleh perasaan ini aku akan terluka, oleh pisau yang kupegang aman. Tak mengerti, hanya caci merasuki hati kini.

Keberadaan kebahagiaan yang kualami sedia kala, tak merubah masa depan pun masa lalu yang hilang. Ku ingin bangkit dan raih semua, namun luka ini berdarah-darah merah dan mencerca pakaian putihku. Semua merah, semua darah, dan hanya irisku yang tersisa berwarna, dan itupun coklat. Continue reading

Jika Kamu, kapan menyerah???

“When we know love matters more than anything, and we know that nothing else REALLY matters, we move into the state of surrender. Surrender does not diminish our power, it enhances it”
Sara Paddison

Agak susah juga mengartikan kata-katanya Sara Paddison ini, namun semakin kubaca, semakin tak mengerti diriku (nah lho!!??). Sayangnya Sara Paddison bukan ingin dimengerti, namun dia (mungkin) ingin semua orang mulai memikirkan bahwa terkadang perjuangan harus berakhir. Ada saat-saat dimana kita sebagai manusia (yang terbatas) tidak mampu lagi untuk melanjutkan sesuatu. Saat kita telah menghabiskan semua yang kita miliki, ketika kita sudah tidak memiliki 0,0000000001 joule pun tenaga, “ketika kita tahu bahwa masalah CINTA lebih dari segalanya, dan kita tahu bahwa tiada hal lain yang benar-benar menjadi masalah”, mengutip kata indahnya Sara Paddison, serta, ketika kita SADAR terhadap diri kita. Dan ketika ini terjadi, apa yang akan Anda lakukan???

Punguk sadar merindukan bulan,

dia tahu mencintai impian,

dan membenci kenyataan.

Ketika dia menyerah, Continue reading