Sejenak Peristiwa

Kini airmata senantiasa membanjiri hati yang luka.

 

Bukan peristiwa yang memberi jaman nafas,

tak juga sebatas puisi yang menerpa luka,

dan sedikit harapan,

menghidupkan hari lama.

 

Tak terpikir olehku berbagi jiwa, lagi dalam duka kini dan peristiwa. Aku merasa begitu terpajan oleh hal yang tak pernah ada, sesuatu yang benar-benar tiada. Merasa bahwa tak ada yang kulakukan demi dia, hanya sia-sia. hahaha…

Ketika ini terdengar sebagai sebuah irama, rima dan kata jala, sesuatu menghampiriku dan menampar muka, plak! Tak kumengerti, kuingin aneh sendiri. Pagi ini masih gelap dan terdengar suara kucing mengerang, entah darimana, mencarinya percuma saja.

Continue reading

Rintik Cahaya

Putih rembulan tak pernah gantikan cerahnya cahyamu,,

Tak juga matahari karena itu aku,

Terdiam dan merenungi hutan yang sunyi

Menangkap terpaan hangat jiwa yang sepi,

Berdosa dan kian mati membisu.

Untung kau mengerti akan usaha yang tak terjadi,

Menyesal jadi pilihan…

Andai bulan meramalkan cerita cinta,

Dan hutan pergi menawarkan hati pilu,,,

Menunggu badai mereda,,

Kau kan bahagia…