Fokus

Sering aku kehilangan hal ini, hal yang sudah menjadikanku seorang yang tangguh. Terkadanag aku menyesal memberi penghargaan pada hal yang hilang, hanya pulang.

 

Silahkan membicarakan apapun,.,semasih itu akan berlalu.

Fokus, pada sebuah perasaan.

Fokus, pada jiwa yang kian redup memalam,.,

Fokus, perjuangkan kehidupan yang nyaman, semasih jiwa yang sepi tidak berlalu dan terlalu santai seperti maen musik reggae di pantai,.,.,seperti tempat favoitku,., Laghawa Restaurant.

Fokus,.,

Kapan Saya Meninggal Dok???

Kiamat mungkin sudah dekat tapi tetap saja ada yang takut dirinya akan segera mati. Lho, emanknya apa hubungan kiamat dan takut mati??? Ada, sangat berhubungan, layaknya orang bercinta.

Ketika kita mati bukankah kita kiamat???!!! Lalu ketika kita kiamat berarti kita mati. Titik. Tapi bukan itu sebenarnya yang dipermasalahkan, yang sering dipermasalahkan adalah,” kapan kita meninggal?”. Coba bayangkan ketika kita diberitahu malaikat bahwa hidup kita tinggal 3 hari saja, waw!!! Kira-kira apa yang bakal kamu lakuin coba???. Continue reading

Relativitas

Kadang mencintai hidup merupakan hal terindah yang bisa disyukuri manusia, termasuk diriku. Sebuah hobi telah menjadikanku begitu terkenal di dunia. Mencintai. Kadang sungguh membosankan memikirkan semua ini. Tapi apa daya, semua akan terjadi...

Yach, kursor laptopku ini selalu terhenti di kata-kata yang sebenarnya tak kumengerti sama sekali. hehe… Mungkin bukan nasibku menjadi penulis, tapi kalau diingat-ingat ada sebuah kata bijak yang mengatakan, ” nasib hanyalah menjadi pelampiasan keegoan manusia yang belum cukup berusaha”. Setuju! Memang begitulah adanya, kadang kita selalu menyalahkan nasib yang belum tentu jelas keberadaannya. Mengutip salah satu pujangga sains terkenal, Albert Einstein, “I am convinced that He (God) does not play dice.” Kalau di-indonesiakan kurang lebih menjadi, ” Aku yakin bahwa Dia (Tuhan) tidak bermain dadu”. Ya, tentunya maksud Einstein bukan berorientasi pada masalah perjudian, namun lebih kepada bahwa segala hal yang ada di dunia ini bukanlah faktor keberuntungan, atau ketidakpastian. Semua yang ada di dunia ini merupakan sebuah kepastian yang harus kita semua sadari. Secara simple, ini adalah menggambarkan hukum sebab-akibatberbuat baik maka pahala baiklah yang akan anda terima, begitu juga sebaliknya. Intinya, nasib lebih tepat disebut Hal yang Tidak kita lakukan dengan Pas!.

Kadang menyesali waktu,

lewat berbagai detik yang terobati oleh angin,

lewat semua detik yang terjabarkan oleh matahari,

lewat kita, saat detik melamun pilu.

Kadang manusia berpikir mereka hebat,

dan mereka memang hebat,

karena mereka memang hebat,

bukan karena bernasib menjadi hebat.

Kadang berusaha lebih bijak daripada diam,

kadang diam lebih dewasa daripada berusaha.

Semua relatif dan,

kita berkutat dalam sepi kerinduan kepastian.

Dukh, makin bingung aku ingin menulis apa. Malam semakin gelap dan cekamannya semakin kuat ingin menundukkanku dalam tidur lelap. Tapi hingga selesai kantukku menghadang, mungkin hanya hari yang mampu terisak dari mataku. Besok akan membahagiakan. Dan semakin tidak jelas pula tulisanku. haha. Yach, karena terkadang semua tidak mampu dipikirkan begitu saja, semua relatif jika memandang apapu. Cantik; Bersih; Baik; Jahat; Tua; Muda; Dekat; Jauh; Besar; kecil; dll. Adakah hal yang pasti di dunia ini? Mungkin ada, karena terkadang pasti dan tidak pastipun mengeluh tntang kerelatifan mereka. haha. Makin gila saja.

Termenung kembali memikirkan hitam yang terjadi. Kini telah pudar membasuh kakiku yang lelah kedinginan berjalan di antartika dunia. Sungguh, aku bermaksud memberi kalian ketahuan akan hakekat dunia putih, tapi hitamnya malam menggelapkan mataku tiba. Gelap dan pekat, tapi penuh keyakinan, esok pagi kan bawa kuning kedalam hidupku.

Aku Adalah KEBIASAAN

Aku adalah teman tetapmu. Aku adalah penolongmu yang terbesar atau bebanmu yang terberat. Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu menuju kegagalan. Aku sepenuhnya tunduk kepada perintahmu. Sebagian hal yang kulakukan mungkin sebaiknya kamu serahkan saja kepadaku, maka aku akan dapat melakukannya dengan cepat dan tepat.

Aku mudah diatur-kamu tinggal tegas terhadapku. Tunjukkan kepadaku bagaimana persisnya kamu ingin sesuatu itu dilaksanakan dan setelah beberapa kali belajar aku akan melakukannya dengan otomatis. Aku adalah hamba dari semua insan besar, dan sayangnya, juga hamba dari semua pecundang. Mereka yang besar, kujadikan besar. Mereka yang  gagal, kujadikan pecundang.

Aku bukan mesin, walaupun aku bekerja dengan ketepatan seperti mesin ditambah intelejensi manusia. Kamu bisa menjalankan aku demi keuntungan atau kehancuran-tak ada bedanya bagiku.

Ambillah aku, latihlah aku tegaslah terhadapku, maka aku akan meletakkan dunia di kakimu. Kendorlah terhadapku maka aku akan menghancurkanmu.

Siapakah Aku???

Aku Adalah KEBIASAAN

Sebuah Keseimbangan

Mari kita bertanya kepada dunia, tentang sebuah hal yang tidak bisa kita pikirkan, pasti akan kita cari dan pikirkan.

Sebuah hitam akan selalu ditinjau seberapa putih kerangka pikiran kita tentang putih. Lapar adalah panggilan untuk menyeimbangkan perut dengan makan. Bodoh hanyalah jalan untuk menjadi pintar. Semua seimbang dan beraturan, ketidakberaturan pun seimbang dan teratur.

Dalam fisika konsep ini dijelaskan dengan matang, tapi bukan itu yang akn kita bahas,,, mari kita renungkan apa itu keseimbangan dunia. Apakah kualitatif ataukah kuantitatif. Apakah seimbang itu adalah jumlah yang pintar= yang bodoh, ataukah jumlah yang kaya= miskin???

Mari renungkan dan berilah jawaban…