Sepeda Kumbang

ha..ha..ha..

uhuk..uhuk,.,

 

Ayo melaju kencang sepeda kumbaang!!!! Ah! Dubrak! Jatuh terjerembab.

Bangun lagi dan kukayuh lagi. Ah! Dubrak! Jatuh ke got. Sakit!

Angkat, kayuh dan berlari lagi si Dongky, sepeda kumbang alias jengki. Ha..ha..ha…

 

Kuparkir penuh cinta di depan rumah si dia. Kuketuk pintunya dan dia tak ada. Ah! Sakit!

Kukayuh lagi, lari lagi, lebih kencang dari tadi. Sungguh tak pernah pincang, sepeda kumbang ini. Ah! Remnya BLONG! Dubrak!

Diam, menangis si kumbang hilang rodanya. Menggelintir ke seberang jalan. Ah! Sial!

Continue reading

Toretetet

Toretet…

toretet,

toretetet…

Pagi itu cerah mencaci kusutnya mukaku. Belum mandi, gosok gigi apalagi sarapan pagi, tidak! Belum!

Aku sendiri lagi menyanyikan lagu usang itu, lagu baru kata pamanku. Belajar kemarin sampai hilang niat untuk bangun, selalu galau selama racau lalu. Bosan dengan selimut bau itu, dan akupun meminum segelas bir. Mandi :).

Airnya terasa dingin, menggoda iman untuk tidur (lagi). Nikmat mentari pagi diluar sana masih belum memanggilku tuk beranjak pergi. Ayolah, lari kakiku. Pintu terbuka dan, AHA! aku menemukan kucing hitam mengeong pergi. Oh, tidak mungkin dia memakan ikan, tidak juga ada tikus. Aku takut, dan ini bukan pertanda baik.

toretet, toretetet…

toretetetetet…

Sial, suara itu bunyi lagi! Seolah kita tidak mendengar hal yang lebih murni dari ini, bahkan tak mencoba mengugah semangat pagi ini. Sial, aku mengoceh lagi.